Pada Hari Minggu sekolah Ria libur, dia masih berada di tempat tidur. Ria memikirkan apa yang di alami ibu. Ria mempunyai tiga adik, ibu sudah susah payah mengurus adik. Sekarang Ria ingin membantu ibu. " Ria.., cepat mandi", suara ibu yang memecahkan keheningan di saat melamun. " Baik bu". sahut Ria lantang. Setelah Ria berdiam diri Ria pun keluar "Astagfirullah halazim", pikir Ria di dalam hati.
Ternyata adik Ria berlepotan nasi dan bubur. Ibu cepat" cepat membersihkan badan adik. Ria merasa kasihan kepada ibu. Tanpa berpikir panjang Ria pun ikut membereskan bubur - bubur yang berada di meja dan lantai. Setelah selesai membereskan meja, Ria segera mandi. Setelah mandi Ria sarapan. " Ria makasih ya, tadi sudah membantu ibu" suara ibu yang mengagetkan Ria. " i,i,iya bu", jawab Ria terbata-bata. " Dan ini uang imbalannya." kata ibu lagi " e,e,enggak usah bu.., ini untuk ibu saja."jawab Ria. " Tidak apa-apa" sahut ibu. Ayah Ria sudah tidak ada sewaktu Ria berumur 8 tahun. " Uang ini untuk apa ya?., jika di simpan sudah tidak muat. O, iya besokkan ulang tahunnya Anis, uang ini untuk membeli baju. " pikir Ria. Anis adalah adik Ria yang ke tiga, ia berumur sekitar 5 tahun. Sepulang sekolah Ria langsung mampir ke toko baju. Ia segera mengambil baju muslim berwarna pink. Setelah mengambil barang, Ria pun membayar. " Berapa mbak ?"tanya Ria." Rp 30.000,00" jawab petugas kasir itu. Ria pun menyodorkan uang Rp30.000,00.
Sampai di rumah Ria kaget. " Kenapa rumah sepi" pikir Ria. Ria pun segera ganti baju dan makan, di meja makan ada secarik kertas.
Sampai di rumah Ria kaget. " Kenapa rumah sepi" pikir Ria. Ria pun segera ganti baju dan makan, di meja makan ada secarik kertas.
" Ria sekarang ibu dan adik-adikmu pergi ke rumah sakit. Anis sakit DB, kalau sudah selesai makan kamu lansung pergi ke rumah sakit Yayasan Pembina ya,"
Setelah membaca surat itu Ria pun makan, selesai makan ia langsung pergi ke rumah sakit. Ria pun cemas kepada Anis. "Kenapa kau bisa sakit "pikir Ria.
Sesampai di rumah sakit, Ria mencari ruang Thoha nomer 3, setelah ketemu Ria pun masuk. Ria melihat Anis tergeletak di kasur. Anis juga di infus. Ria tidak kuat menahan tangis, Ria pun keluar. Setelah beberapa jam dokter pun datang ke ruang Anis untuk di periksa. Tetapi Ria tetap di luar."Ternyata Anis harus di rawat 4 hari di sini, dan pembayarannya Rp 100 ribu, di kasir ya bu", suara pak Dokter dari dalam.
Ria kaget mendengar suara 100 ribu itu . di tabungan Ria cuman ada Rp 70.000,00. uang Ria kurang Rp 30. 000,00. Ria pun berusaha mencari uang untuk kesehatan Anis dan juga ibu mencari uang, ibu berdagang sayuran di pagi hari. Tetapi uang itu tidak cukup. Ria pun tidak sengaja menjual baju yang di beli untuk ulang tahun Anis. Ria pun menjualnya di pasar Rp 30. 000,00. ternyata Ria pun mendapatkan uang itu.
Setelah hari keempat Alhamdulillah Anis sudah sembuh. Ibu Ria bingung ingin membayar dengan apa. "Bu ini uang untuk membayar adik operasi." kata Ria. Ibu sangat senang sekali sudah mempunyai anak yang baik hati seperti Ria. " Selamat ulang tahun Anis", suara Ria kepada Anis. "Sama-sama kak " jawab Anis. " Maaf ya Anis, kakak tidak memberimu hadiah/ kado karena waktu itu kamu sakit, jadinya hadiah/ kado yang kakak berikan untuk mu kakak jual lagi untuk membiayai operasi kamu", jelas Ria panjang lebar. " Tidak apa-apa kak, yang penting Anis sembuh dari sakitnya, doakan ya,kak supaya Anis panjang umur dan sehat selalu." kata Anis " Kakak doakan " sahut Ria.